Senin, 04 Oktober 2021

Kisah Komedi Lucu Salah Ucap

Salah Ucap

oleh: Andi Dwi Handoko

Hari Senin, Jon Koplo, guru senior di suatu SMA di Wonogiri ini mendapat jatah menjadi pembina upacara. Sebenarnya keadaan Pak Koplo waktu itu rada-rada enggak enak tubuh.
Namun selaku guru senior, ia harus menjaga kredibilitasnya di hadapan guru lain dan kepala sekolah.

Makanya meski tubuh agak klerek-klerek Pak Koplo tetap berusaha tampil seolah-olah sehat. Upacara pun dimulai. Semua prosesi dari penghormatan, pengibaran bendera menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga mengheningkan cipta, semua terlihat tanpa kendala-tanpa kendala saja. Protokol pun membacakan program berikutnya.

“Pembacaan teks Pancasila oleh Pembina Upacara, dibarengi oleh seluruh akseptor upacara,” kata sang protokol.

Setelah menerima naskah Pancasila dari ajun, mulailah Pak Koplo membacanya.

“Pancasila...” ucap Pak Koplo yang lalu disertai seluruh penerima upacara.

“Satu,” ucap Pak Koplo

“Satuuu...” tiru akseptor upacara serentak.

“Ketuhanan Yang Maha Esa.”

“Ketuhanan Yang Maha Esaaa...”

“Dua.”

“Duaaa...”

“Kemanusiaan yang adil dan makmur!”

Kali ini seluruh akseptor upacara bukannya menirukan namun malah pada ngguyu ger-geran. Mereka menertawakan Pak Koplo yang salah ucap ketika membaca sila kedua yang semestinya berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”.

Dimuat Solopos edisi Kamis, 14 Juli 2011, Halaman : 1