Cerita Ah Tenane Dikira Permen
Dikira Permen oleh: Andi Dwi Handoko Kisah ini sempat menciptakan beberapa orang yang mau mengeluarkan uang di kasir sebuah toko swalayan ngguyu ngakak . Kisah ngguyokne ini dialami Lady Cempluk bareng anaknya, Jon Koplo, yang masih berusia dua tahun. Saat itu, Cempluk berbelanja kebutuhan rumah tangga di suatu toko swalayan. Karena di rumah tidak ada yang menanti si Koplo, Cempluk pun mengajaknya membeli ke toko tersebut. Setelah semua barang kebutuhannya didapat, Cempluk menuju ke kasir. Ia antre sebab ada beberapa pembeli yang mengeluarkan uang di kasir. Di dikala menunggu itulah, Koplo merengek terhadap Cempluk untuk dibelikan permen. “Bu.. Bu.. Koplo ingin dibelikan pelmen !” kata Koplo dengan suara cadelnya. “Permen yang mana, Sayang?” “Permen yang itu... yang itu lho, yang walna melah .” jawab Koplo. Mak jenggirat! Muka Cempluk pribadi merah padam. Beberapa orang yang mau mengeluarkan uang, termasuk kasir terlihat menahan tawa menyaksikan adegan Cempluk dan Kop...